Sejarah Tan Saril



Kampung Tansaril merupakan salah satu kampung yang berada di Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Nama “Tansaril” berasal dari bahasa Gayo, yaitu kata “Ten” yang berarti bertahan dan “Saril” yang berarti air sungai yang mengalir. Secara keseluruhan, Tansaril dapat diartikan sebagai tempat bertahan di sekitar aliran sungai. Sejak dahulu, kehidupan masyarakat Kampung Tansaril sangat bergantung pada sungai, terutama Sungai Peusangan atau yang dikenal dalam bahasa Gayo sebagai Wih Kul. Sungai ini menjadi sumber utama kehidupan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mencari ikan. Masyarakat menggunakan alat tradisional dari kayu untuk menangkap ikan, bahkan membuat jebakan sederhana di aliran sungai. Selain itu, sejarah Tansaril juga berkaitan dengan masa penjajahan Belanda di tanah Gayo. Pada masa tersebut, terjadi tekanan dan konflik antara masyarakat Gayo dengan penjajah. Sebagian masyarakat dari daerah lain, seperti wilayah Bebesen, kemudian mengungsi dan mencari perlindungan di daerah Tansaril. Mereka bertahan hidup di sekitar sungai, sehingga makna kata “bertahan” dalam nama Tansaril menjadi semakin kuat dan relevan. Seiring berjalannya waktu, Kampung Tansaril berkembang menjadi kawasan permukiman yang lebih maju. Masyarakatnya kini memiliki berbagai mata pencaharian seperti bertani, berdagang, dan pekerjaan lainnya. Letaknya yang cukup strategis dekat dengan kota Takengon juga membuat kampung ini terus berkembang hingga sekarang.




Tan Saril

Alamat
Jl. Yos Sudarso, Tansaril, Kec. Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh 24471
Phone
Telp. (0643)- Fax. (0643)
Email
admin@gampong.id
Website
tansaril.sigap.latih.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

1.265